10 Langkah dari Biji Kopi ke Cangkir Anda

10 Langkah dari Biji Kopi ke Cangkir Anda – Secangkir kopi yang Anda nikmati telah menempuh perjalanan yang panjang, waktu penanaman, pemilihan dan pembelian biji kopi telah melewati serangkaian langkah khusus untuk menghasilkan minuman yang terbaik.

Penanaman Kopi

Biji kopi yang anda nikmati sebenarnya adalah bibit dari tanaman kopi yang dikeringkan, dipanggang, digiling, digunakan untuk menyeduh kopi. Jika biji kopi tidak diproses maka dapat ditanam dan tumbuh menjadi pohon kopi.

Baca Juga: Sejarah Kopi

Biji kopi umumnya ditanam di perkebunan pembibitan besar yang teduh. Bibit harus sering disiram dan dinaungi dari sinar matahari yang langsung sampai cukup besar untuk ditanam secara permanen. Penanaman biasanya dilakukan selama musim hujan, sehingga tanah tetap lembab dan akar menjadi kokoh.

Pemanenan Buah

Beberapa varietas kopi membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 tahun untuk berbuah. Buah kopi berubah menjadi merah terang dan lengket ketika sudah matang dan siap dipanen. Biasanya setahun ada sekali panen besar. Namun di negara seperti Kolombia, terdapat dua kali musim berbunga setiap tahun yang membedakan tanaman utama dan sekunder.

Di sebagian besar negara, panen dilakukan dengan tangan yang melelahkan dan sulit, meskipun di tempat seperti Brasil di mana kemiringan tanah relatif datar dan ladang kopi berukuran besar, prosesnya telah menggunakan mesin.

Baca Juga: Kopi, Kafein, dan Kesehatan

Baik dengan tangan atau dengan mesin, semua buah kopi dipanen dengan salah satu dari dua cara:
– Pemanenan batang: Semua buah kopi dilucuti dari cabang, baik dengan mesin atau dengan tangan.

– Dipetik secara Selektif: Hanya buah matang yang dipanen, dan dipetik satu persatu.

Pemetik mengelilingi pohon setiap delapan hingga 10 hari dan hanya memilih buah ceri yang berada di puncak kematangan. Karena jenis panen ini sangat melelahkan dan lebih mahal, maka hanya digunakan untuk memanen biji Arabika yang lebih halus.

Baca Juga: Kiat Hindari Sakit Saat Sedang Liburan atau Berpergian

Seorang pemanen biji kopi rata-rata memetik sekitar 100 hingga 200 pon buah kopi sehari, yang akan menghasilkan 20 hingga 40 pon biji kopi. Hasil panen harian setiap pekerja ditimbang dengan cermat, dan masing-masing pemetik dibayar berdasarkan kualitas pekerjaannya. Hasil panen hari itu kemudian akan langsung diangkut ke pabrik pengolahan.

Pengolahan Buah

Setelah kopi dipanen, proses pengolahan harus dimulai secepat mungkin untuk mencegah pembusukan buah. Tergantung pada lokasi dan sumber daya yang tersedia, kopi diproses dengan dua cara:

Metode Kering:  Merupakan metode tradisional dalam mengolah kopi dan masih digunakan di banyak negara di mana sumber air terbatas. Buah kopi yang baru dipetik disebar di tanah untuk dijemur. Untuk mencegah agar buah kopi tidak rusak, buah kopi tersebut diratakan dan dibalik sepanjang hari, kemudian ditutup pada malam hari atau saat hujan untuk mencegahnya menjadi basah. Karena tergantung pada cuaca, proses ini dapat berlanjut selama beberapa minggu untuk setiap hasil panenan kopi sampai kadar air buah kopi turun menjadi 11%.

Baca Juga: Apa Itu Kopi?

Metode Basah: Menghilangkan daging buah dari biji kopi setelah panen sehingga biji dikeringkan dengan hanya kulit buah yang tersisa. Pertama, buah kopi yang baru dipanen melewati melalui mesin pengupas untuk memisahkan kulit dan daging dari biji.

Kemudian biji dipisahkan oleh berat jenis biji saat mereka melewati saluran air. Biji yang lebih ringan mengapung ke atas, sedangkan biji yang lebih berat tenggelam ke dasar. Mereka melewati serangkaian drum berputar yang memisahkan akan biji berdasarkan ukuran. Setelah pemisahan, biji diangkut ke tangki fermentasi dan diisi air. Tergantung pada kombinasi faktor, seperti kondisi biji, iklim dan ketinggian.

Baca Juga: Cara Menyimpan Biji Kopi

Biji akan berada di tangki ini selama 12 hingga 48 jam untuk menghilangkan lapisan licin dari lendir (parenkim) yang masih menempel di biji kopi. Saat terendam di tangki, proses enzim yang terjadi secara alami akan menyebabkan lapisan ini larut. Saat fermentasi selesai, biji kopi akan terasa kasar saat disentuh, lalu biji kopi dibilas dengan saluran air tambahan dan siap untuk dikeringkan.

Pengeringan Buah

Jika biji kopi diproses dengan metode basah, biji yang sudah diolah dan difermentasi sekarang harus dikeringkan sampai sekitar 11% dari tingkat kelembaban untuk mempersiapkannya untuk disimpan. Biji kopi masih terselimuti di dalam kulit buah (endocarp) yang dapat dijemur dengan menyebarkannya di atas meja atau lantai pengeringan dan di balik secara teratur, atau dapat juga dikeringkan dengan mesin pengeringan. Biji kopi kering dikenal sebagai kopi perkamen yang dapat disimpan dalam karung goni hingga siap untuk diekspor.

Baca Juga: Menguak Keinginan Wanita Dunia Saat Cari Pasangan Potensial

Penggilingan Buah

Sebelum diekspor, kopi perkamen diproses dengan cara berikut: Mesin penggilingan menghilangkan lapisan perkamen (endocarp) dari kopi olahan basah. Penggilingan kopi kering mengacu pada menghilangkan seluruh kulit kering – exocarp, mesocarp dan endocarp – dari buah kopi kering.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyeduh Kopi

Pemolesan adalah proses opsional di mana kulit buah yang tersisa pada biji setelah dikupas dihilangkan dengan mesin. Sementara biji yang dipoles dianggap lebih unggul dari yang tidak dipoles, pada kenyataannya, hanya ada sedikit perbedaan antara keduanya. Penilaian dan penyortiran biji dilakukan berdasarkan ukuran dan berat juga dilihat dari warna biji atau ketidaksempurnaan lainnya.

Biji diukur dengan melewati melalui serangkaian pemilihan, selain disortir secara pneumatik dengan menggunakan semburan udara untuk memisahkan biji yang berat dari yang ringan. Ukuran biji kopi direpresentasikan pada skala 10 hingga 20, angka tersebut mewakili ukuran diameter lubang sortir 1/64 inci, biji ukuran 10 akan masuk ke lubang dengan diameter 10/64 inci dan biji nomor 15 ke lubang 15/64 inci.

Biji yang cacat pisahkan dengan tangan atau mesin, biji yang tidak memuaskan karena defisiensi (ukuran atau warna yang tidak dapat diterima, biji yang difermentasi berlebihan, rusak oleh serangga, tidak dikuliti akan dipisahkan. Di banyak negara, proses ini dilakukan dengan mesin dan tangan untuk memastikan hanya biji kopi kualitas terbaik yang akan diekspor.

Pengiriman Buah

Biji kopi kering yang disebut sebagai kopi hijau akan dimuat ke kapal baik dalam kantong goni atau dimuat dalam wadah pengiriman dan akan dikirim secara massal di dalam wadah berlapis plastik. Menurut data USDA produksi kopi dunia untuk tahun 2015/2016 diperkirakan mencapai hingga 9126 ton.

Pengujian Kopi

Kopi berulang kali diuji kualitas dan rasanya, proses ini disebut sebagai cupping dan biasanya dilakukan di ruangan yang dirancang khusus untuk memfasilitasi proses tersebut. Pertama, penguji yang biasanya disebut cupper, mengevaluasi biji untuk kualitas visual keseluruhan, biji tersebut kemudian dipanggang dalam oven kecil di laboratorium, lalu segera ditumbuk dan dimasukkan ke dalam air mendidih dengan suhu yang terkontrol dengan hati-hati.

Cupper menghirup minuman untuk merasakan aromanya, langkah penting dalam menilai kualitas kopi. Setelah membiarkan kopi beristirahat selama beberapa menit, cupper menyingkirkan bubuk di bagian atas cangkir lalu cupper menghirup sesendok dengan inhalasi yang cepat, tujuannya adalah untuk menyemprotkan kopi secara merata di bagian atas lidah dan merasakannya di lidah sebelum dimuntahkan kembali. Sampel dari berbagai masa panen dan beragam biji kopi yang berbeda dicicipi setiap hari.

Kopi tidak hanya dianalisis untuk menentukan karakteristik dan kekurangannya, tetapi juga untuk tujuan memadukan jenis biji kopi yang berbeda atau menentukan metode pemanggangan yang tepat. Cupper yang ahli dapat mencicipi ratusan sampel kopi sehari dan masih merasakan perbedaan halus di antara beragam kopi.

Pemanggangan Biji

Roasting atau pemanggangan biji kopi mengolah kopi hijau menjadi biji kopi berwarna coklat yang aromatik seperti yang dapat Anda beli di toko atau cafe favorit Anda. Sebagian besar mesin pemanggang mempertahankan suhu sekitar 550 derajat Fahrenheit. Biji kopi terus diputar dan bergerak sepanjang seluruh proses agar tidak terbakar dan gosong.

Baca Juga: Kopi di Seluruh Dunia

Ketika biji kopi mencapai suhu internal sekitar 400 derajat Fahrenheit maka biji kopi mulai berubah warna menjadi coklat dan caffeol atau minyak wangi yang ada di dalam biji mulai keluar. Proses ini disebut pirolisis adalah inti dari proses pemanggangan biji kopi yang menghasilkan rasa dan aroma dari kopi yang kita minum.

Setelah dipanggang, biji kopi langsung didinginkan baik dengan udara atau air, proses pemanggangan umumnya dilakukan di negara pengimpor karena biji kopi yang baru dipanggang harus mencapai tangan konsumen secepat mungkin.

Penggilingan Biji

Tujuan dari penggilingan yang tepat untuk mendapatkan rasa yang paling kuat dalam secangkir kopi, tingkat hasil penggilingan kasar atau halus kopi yang ditumbuk tergantung pada metode pembuatannya. Lamanya waktu bubuk kopi diseduh dengan air menentukan kadar rasa yang ideal.

Umumnya semakin halus hasil gilingan maka semakin cepat kopi harus disiapkan, karena itulah kopi bubuk untuk mesin espresso menggunakan bubuk yang jauh lebih halus daripada kopi yang diseduh dalam sistem infus. Mesin espresso menggunakan tekanan 132 pon per inci persegi untuk mengekstraksi kopi. Anda juga sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa biji kopi dan mencium aromanya, karena aroma kopi telah terbukti memiliki efek energi pada otak.

Penyeduhan Kopi

Untuk menguasai cara menyeduh kopi Anda dapat menggunakan panduan kami untuk berbagai tips dan metode tentang cara membuat secangkir kopi yang sempurna untuk setiap selera anda. Selamat menikmati!